MasanegaOfficial – Gondanglegi. Senin, 21 Juli 2025. Upacara bendera yang rutin digelar setiap hari Senin di MTsN 1 Malang berlangsung dengan penuh khidmat, semangat, dan makna mendalam. Lebih dari sekadar seremonial pembuka pekan, kegiatan ini telah menjadi wadah strategis untuk menyampaikan evaluasi pembelajaran, menyebarluaskan informasi penting, sekaligus momentum apresiasi terhadap peserta didik berprestasi yang telah mengharumkan nama madrasah dalam berbagai ajang perlombaan selama sepekan terakhir.
Yang membuat upacara kali ini terasa spesial adalah amanat dari pembina upacara, yaitu Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Bapak Suliadi, S.Pd. Dalam amanatnya, beliau memperkenalkan konsep Kurikulum Berbasis Cinta, sebuah pendekatan pembelajaran yang diinisiasi oleh Kementerian Agama.
Dalam pidatonya, Bapak Suliadi menyampaikan bahwa:
“Kurikulum Berbasis Cinta adalah kurikulum yang membentuk peserta didik menjadi pribadi yang nasionalis, humanis, naturalis, dan toleran—serta senantiasa mengedepankan cinta dalam setiap aspek kehidupan, baik di madrasah maupun dalam kehidupan sehari-hari.” Ujarnya
Beliau juga menekankan pentingnya membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya menekankan pada capaian akademik semata, tetapi juga pada nilai-nilai kasih sayang, empati, dan penghargaan terhadap sesama.
Dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta ini, diharapkan seluruh warga madrasah dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih menyenangkan, saling menghargai, dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.
Sebelum Upacara ditutup diumumkan sederet prestasi yang berhasil diraih oleh peserta didik MTsN 1 Malang dalam dalam sepekan kemarin sebagai bentuk apresiasi atas semangat belajar dan kerja keras para peserta didik. Diantaranya Juara 1 Tingkat Nasional oleh Alivia Lovie Zhivana (8F) dalam Pencak Silat Kelas Tanding Pra Remaja, Medali Perunggu Bidang MST oleh Fadhilah Widhi Zahra Amadika (9A) dan Nadif Hafshah Rasendrya (9A), Medali Perunggu Bidang ISH oleh Qonita Fairuz Mumtazah (9C) dan Zarina Zahra (9C), dan Azra Anindya Nurfaiza (8C) yang meraih tiga penghargaan sekaligus, yaitu Medali Perak Bidang IPS (Alberta Competition 7.0), Medali Perak Bidang IPA, dan Medali Emas IPA Olimpiade Unggul USU ke-6 Internasional.
MasanegaOfficial – Gondanglegi, 18 Juli 2025. MTsN 1 Malang menyelenggarakan kegiatan Penyerahan Peserta Didik Kelas 7 Tahun Ajaran 2025/2026 yang dirangkaikan dengan Seminar Parenting bertajuk “Mendampingi Anak Menghadapi Tantangan, Memotivasi Meraih Prestasi”. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Masjid MASANEGA dan dihadiri oleh seluruh wali peserta didik kelas 7, jajaran komite madrasah, serta para guru.
Kepala MTsN 1 Malang, Drs. H. Nasrulloh, M.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan bahwa momen penyerahan peserta didik dari orang tua ke madrasah bukan hanya simbolik, tetapi merupakan bentuk kepercayaan dan amanah besar dari para orang tua.
“Kami menerima anak-anak dengan tangan terbuka, untuk bersama-sama mendidik dan membina mereka menjadi generasi Qurani, berprestasi, dan berkarakter,” tegas beliau.
Apresiasi juga datang dari H. Abdul Rohim, S.Pd.I, yang mewakili Ketua Komite Madrasah. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya sinergi antara madrasah dan orang tua sebagai pilar utama keberhasilan pendidikan.
“Kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat komunikasi dan membangun visi bersama dalam mendampingi anak-anak di fase awal menuju remaja,” ujarnya.
Salah satu perwakilan wali peserta didik kelas 7 juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada pihak madrasah atas penyambutan yang hangat.
“Kami bersyukur dan berterima kasih atas penyambutan hangat dari pihak madrasah. Kami menitipkan anak-anak bukan sekadar untuk diajari ilmu, tetapi juga untuk dibentuk akhlaknya,” ungkapnya penuh harap.
Acara dilanjutkan dengan Seminar Parenting yang menghadirkan narasumber inspiratif, Dr. Muallifah, S.Psi., M.A., dosen Psikologi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya peran orang tua dalam menjadi pendamping yang aktif dan relevan bagi anak-anak di era digital.
“Orang tua kini harus hadir, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional. Bukan hanya ibu, peran ayah pun sangat krusial. Fenomena fatherless dan penggunaan gawai tanpa kontrol bisa memicu berbagai masalah psikologis dan sosial pada anak. Mari kita bimbing anak-anak dengan cinta dan kesadaran penuh,” tutur beliau.
Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penuh makna dalam perjalanan pendidikan peserta didik baru di MTsN 1 Malang, sekaligus memperkuat kolaborasi antara madrasah dan keluarga dalam mencetak generasi yang unggul dan berakhlakul karimah.
MasanegaOfficial – Gondanglegi, Senin, 14 Juli 2025. Mengawali tahun ajaran baru 2025/2026, MTsN 1 Malang menyelenggarakan Apel Pembukaan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) yang berlangsung di halaman madrasah. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala MTsN 1 Malang, Drs. H. Nasrulloh, M.Pd.I., yang turut memberikan sambutan dan pesan inspiratif kepada seluruh peserta didik baru.
MATSAMA tahun ini mengusung tema “TARUNA MAHABBA”, yang berarti generasi muda yang penuh cinta. Tema ini membawa makna mendalam: mencintai Allah SWT, menjadi pribadi yang humanis, berprestasi, dan berakhlakul karimah. Tema ini diharapkan mampu membentuk karakter peserta didik baru yang religius, penuh cinta, santun, dan aktif dalam kehidupan sosial dan akademik.
Rangkaian kegiatan MATSAMA dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 14 hingga 17 Juli 2025. Selama pelaksanaannya, para peserta didik baru akan mendapatkan berbagai materi pembinaan dan pengenalan lingkungan madrasah, diantaranya tentang Sejarah MTsN 1 Malang, Struktur Madrasah, Moderasi Beragama, Madrasah Ramah Anak, Bijak Bermedsos, Anti Bullying, Latihan Baris Berbaris (LBB), serta beberapa materi penting lainnya.
Kegiatan akan ditutup dengan Talent Hunt, yaitu pertunjukan bakat dari seluruh ekstrakurikuler yang ada di MTsN 1 Malang. Ajang ini menjadi wadah bagi peserta didik baru untuk menunjukkan potensi, minat, dan bakatnya, serta sebagai langkah awal dalam melanjutkan estafet prestasi madrasah.
Dalam sambutannya, Kepala Madrasah menegaskan bahwa tujuan utama MATSAMA adalah menanamkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya, yaitu dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya menumbuhkan cinta tanah air, sebagai bagian dari nilai-nilai keislaman dan kebangsaan yang harus ditanamkan sejak dini.
Sebagai simbol dimulainya MATSAMA secara resmi, dilakukan penyematan tanda peserta oleh Kepala Madrasah kepada perwakilan peserta didik kelas 7, disaksikan oleh seluruh civitas akademika MTsN 1 Malang. Acara kemudian dilanjutkan dengan pelepasan burung merpati, sebagai simbol harapan akan masa depan yang cerah dan penuh kedamaian bagi seluruh peserta didik baru.
Dengan semangat TARUNA MAHABBA, MTsN 1 Malang siap membimbing para siswa baru untuk tumbuh menjadi pribadi yang penuh cinta, cerdas, dan berkarakter mulia.