MasanegaOfficial – Rabu, 20 Mei 2026. Suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti Aula MTsN 1 Malang pada pagi hari ini dalam pelaksanaan Muwadda’ah ke-8 Program Kelas Agama bagi santri kelas IX C yang telah menuntaskan program belajarnya di kelas khusus keagamaan. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Madrasah, seluruh wakil kepala madrasah, guru pengajar Kelas Agama, para ustadz dan ustadzah pendamping program pengembangan diri, wali santri kelas, serta seluruh peserta didik Program Kelas Agama.
Acara diawali dengan kegiatan khatmul Qur’an bin nadzor yang dilaksanakan dengan penuh kekhusyukan oleh seluruh peserta didik Kelas Agama. Selanjutnya, para santri kelas IX C menampilkan khatmul Qur’an bil ghaib di atas panggung dengan penampilan yang apik dan membanggakan, menunjukkan hasil pembelajaran Al-Qur’an yang telah mereka tempuh selama mengikuti Program Kelas Agama.

Memasuki acara inti, pembacaan ayat suci Al-Qur’an disampaikan oleh Yasmin Najah Khairunnisa dari kelas VII E. Setelah itu, Ketua Program Kelas Agama, Ustadz Khoirul Anwar, M.A., menyampaikan laporan program kepada seluruh hadirin. Dalam laporannya, beliau menyampaikan bahwa seluruh rangkaian pembelajaran dan pembinaan di Program Kelas Agama telah terlaksana dengan baik, dengan capaian yang beragam sesuai kemampuan masing-masing santri.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Madrasah, Drs. H. Nasrulloh, M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada para wali santri yang telah mempercayakan putra-putrinya untuk menimba ilmu di Program Kelas Agama MTsN 1 Malang. Beliau juga mengapresiasi seluruh pengelola program yang telah mendampingi dan membimbing para santri dengan penuh dedikasi.
Tak hanya memberikan sambutan, beliau juga menyampaikan wejangan penuh makna melalui kisah Uwais al-Qarni. Diceritakan bagaimana besarnya cinta dan bakti Uwais kepada ibunya hingga beliau menggendong sang ibu berjalan kaki menempuh perjalanan panjang dari Yaman menuju Makkah demi menunaikan ibadah haji. Dari kisah tersebut, Kepala Madrasah mengajak seluruh santri untuk senantiasa berbakti kepada kedua orang tua, karena ridha Allah SWT terletak pada ridha mereka.
Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi ceremonial pemberian penghargaan kepada seluruh santri kelas IX sebagai simbol telah selesainya seluruh program pembelajaran di Kelas Agama. Setelah doa bersama, diumumkan pula berbagai kategori prestasi dalam Muwadda’ah ke-8, mulai dari Pengemban Amanah Terbaik, Duta Prestasi Madrasah, Santri Akademik, Santri Ulul Albab, hingga Santri Teladan.

Suasana Muwadda’ah ke-8 juga semakin mengharukan saat dibacakannya surat cinta dan ungkapan terima kasih yang ditulis langsung oleh para santri untuk orang tua mereka. Dengan penuh ketulusan, para santri menyampaikan rasa syukur, permohonan maaf, serta doa terbaik untuk ayah dan ibu yang selama ini telah mendampingi perjuangan mereka menuntut ilmu. Momen tersebut membuat suasana aula dipenuhi haru, bahkan tak sedikit wali santri, guru, dan peserta didik yang meneteskan air mata.
Puncak penghargaan diberikan kepada santri terbaik dalam kategori Santri Teladan Tahun 2026 pada Muwadda’ah ke-8 Program Kelas Agama, yakni Muhammad Fahry Masrihan. Penghargaan tersebut menjadi simbol apresiasi atas dedikasi, akhlak, dan prestasi yang telah ditunjukkan selama menempuh pendidikan di Program Kelas Agama.
Muwadda’ah ke-8 ini menjadi bukan sekadar seremoni perpisahan, tetapi juga momentum penuh doa dan harapan agar seluruh santri senantiasa menjaga ilmu, akhlak, dan nilai-nilai Al-Qur’an dalam setiap langkah kehidupan mereka di masa mendatang.
MasanegaOfficial – Rabu, 20 Mei 2026. MTsN 1 Malang melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Tahun 2026 pada Selasa, 20 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di halaman madrasah tersebut diikuti oleh seluruh civitas akademika dengan penuh khidmat dan semangat nasionalisme.
Bertindak sebagai pembina upacara, Bapak Handik Kusmanto selaku Wakil Kepala Bidang Kesiswaan. Dalam amanatnya, beliau membacakan Sambutan Resmi Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026 dari Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid.

Pada peringatan ke-118 Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, pemerintah mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara.” Tema tersebut mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga dan mempersiapkan generasi muda sebagai penerus masa depan Indonesia.
Dalam sambutannya disampaikan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, visi kemandirian bangsa diwujudkan melalui berbagai program strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Salah satu program yang disoroti adalah Program Makan Bergizi Gratis yang kini mulai berjalan secara luas di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia sebagai upaya membangun fondasi fisik generasi masa depan.
Lebih lanjut, peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 menjadi momentum penting untuk kembali menyalakan semangat “Boedi Oetomo” dalam berbagai lini kehidupan. Seluruh masyarakat, mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda, diajak untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, serta memastikan setiap langkah pembangunan berorientasi pada kemajuan bersama.
Melalui peringatan ini, MTsN 1 Malang berharap semangat kebangkitan nasional dapat terus tumbuh dalam diri seluruh peserta didik, sehingga mampu menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menjaga kedaulatan bangsa di masa depan.
MasanegaOfficial – Senin, 4 Mei 2026 -MTsN 1 Malang melaksanakan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026 di halaman madrasah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh tenaga pendidik dan kependidikan serta seluruh peserta didik dengan penuh khidmat.
Bertindak sebagai pembina apel, Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Bapak Suliadi, S.Pd, menyampaikan sambutan resmi dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. Dalam pidato tersebut, ditekankan bahwa peringatan Hardiknas menjadi momentum penting untuk merefleksikan dan menguatkan kembali semangat pendidikan nasional.

Disampaikan bahwa pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia melalui pengembangan potensi, karakter, dan akhlak mulia peserta didik. Pendidikan Indonesia juga berlandaskan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara, yakni asah, asih, dan asuh, sebagai fondasi dalam membentuk generasi yang berilmu sekaligus berkarakter.
Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, pemerintah menetapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai program prioritas. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar serta mendorong tercapainya tujuan pendidikan nasional secara optimal.Selain itu, dalam pidato tersebut juga ditekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak dapat dicapai tanpa adanya kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Seluruh elemen bangsa diajak untuk bersama-sama berkontribusi dalam memajukan pendidikan Indonesia.

Sebagai penutup, disampaikan pentingnya tiga hal utama dalam menjalankan kebijakan pendidikan, yaitu mindset yang maju, mental yang kuat, dan misi yang jelas. Dengan semangat Hardiknas, civitas MTsN 1 Malang diharapkan terus berkomitmen mewujudkan pendidikan yang bermutu demi terciptanya generasi Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat.