Malang – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan MTsN 1 Malang. Mengawali Tahun Ajaran 2026/2027, madrasah yang dikenal dengan sebutan Masanega ini berhasil meraih Anugerah Pendidikan Tahun 2026 dalam kategori Excellence in Bilingual Language Development, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan inovasi dalam pengembangan pembelajaran bilingual.
Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang Anugerah Pendidikan yang diselenggarakan oleh Jawa Pos Radar Malang. Acara berlangsung meriah dengan dihadiri Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, serta 41 penerima penghargaan dari berbagai sekolah dan madrasah di wilayah Kota dan Kabupaten Malang.
Direktur Radar Malang, Tauhid Wijaya, dalam sambutannya menegaskan bahwa tantangan pendidikan saat ini bukan lagi sekadar memberikan informasi kepada peserta didik. Menurutnya, pendidikan harus mampu membentuk karakter serta membekali generasi muda dengan kemampuan memahami, memilih, dan memilah informasi yang baik maupun yang buruk. Selain itu, peserta didik juga perlu dipersiapkan dengan keterampilan hidup yang relevan agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Keberhasilan MTsN 1 Malang meraih penghargaan ini tidak lepas dari berbagai program unggulan yang terus dikembangkan di bawah kepemimpinan Drs. H. Nasrulloh. Melalui inovasi pendidikan yang berorientasi pada peningkatan kualitas lulusan, madrasah menghadirkan berbagai layanan khusus, di antaranya Kelas Olimpiade, Kelas Bilingual, Kelas Agama, serta implementasi pembelajaran bilingual di seluruh kelas.
Komitmen tersebut menjadi bukti nyata keseriusan MTsN 1 Malang dalam menyiapkan generasi emas yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global. Penghargaan kategori Excellence in Bilingual Language Development menjadi pengakuan atas konsistensi madrasah dalam membangun budaya akademik yang kompetitif sekaligus berwawasan internasional.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh penerima penghargaan. Ia menegaskan bahwa setiap bentuk pengabdian di dunia pendidikan patut mendapatkan penghormatan.
“Setiap dedikasi layak untuk diapresiasi, setiap prestasi layak untuk dijadikan motivasi,” ungkapnya, sekaligus menutup sambutannya dengan semangat yang menginspirasi seluruh insan pendidikan.
Raihan Anugerah Pendidikan Tahun 2026 ini semakin mempertegas posisi MTsN 1 Malang sebagai madrasah yang terus bertransformasi melalui inovasi pembelajaran dan penguatan kompetensi global. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus menghadirkan layanan pendidikan terbaik serta melahirkan generasi yang berkarakter, berprestasi, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
![]()
MALANG – Memasuki awal semester baru (20/7), Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Malang menggelar upacara bendera pertama dengan penuh khidmat sekaligus gegap gempita. Upacara yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan staf ini tidak hanya menjadi momentum penyalaan semangat belajar baru, tetapi juga menjadi panggung apresiasi bagi deretan siswa berprestasi yang sukses mengharumkan nama madrasah di berbagai bidang.
Suasana lapangan upacara riuh dengan tepuk tangan saat satu per satu jawara dipanggil ke depan untuk menerima penghargaan. Mulai dari bidang olahraga, sains, bahasa, hingga keagamaan, para siswa MTsN 1 Malang membuktikan bahwa tradisi juara madrasah ini terus berlanjut.
Berikut adalah deretan siswa-siswi berprestasi yang mendapatkan penghargaan langsung pada upacara hari ini. Kenza Alvaro Ardiyana (9J) meraih Juara 2 Kejurkab Pencak Silat tingkat pelajar Kabupaten Malang yang diselenggarakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Malang. Ahmad Zahidan Fawas (9A) & Kenesh Dahayu Ishwahyudi (9A) berhasil lolos OSN tingkat Kabupaten Malang dan resmi melaju untuk berkompetisi di tingkat Provinsi.

Tak kalah, beberapa peserta didik dari kelas program agama (Kelas 8E) juga turut menyumbang prestasinya. Natasha Gisele memborong dua penghargaan nasional sekaligus, yaitu Medali Perak Mapel Bahasa Inggris dan Medali Emas Mapel PKN tingkat SLTP. Aqila Khanza Azahra meraih Medali Perak Mapel PKN & Medali Perak Mapel Agama tingkat SLTP. Aprilia Zahira berhasil membawa pulang Medali Perak pada lomba Mapel Sejarah. Serta yang terakhir adalah Lintang Kamila yang sukses menyabet Medali Emas pada Mapel IPS.
Apresiasi tinggi dan rasa bangga pun mengalir dari pihak madrasah atas dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh para siswa dan guru pembina.
“Selamat atas prestasi yang telah diraih & semoga menjadi motivasi untuk peserta didik yang lain,” ungkap Nasrulloh dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan riuh dari seluruh peserta upacara.

Momentum upacara pertama ini menegaskan komitmen MTsN 1 Malang dalam mendukung penuh bakat akademik maupun non-akademik anak didiknya. Diharapkan, awal yang manis ini mampu memantik semangat seluruh siswa untuk terus menggali potensi diri dan mengukir prestasi-prestasi baru di masa depan.
Upacara ditutup dengan sesi foto bersama para juara bersama pimpinan madrasah, membawa atmosfer optimisme yang tinggi di lingkungan MTsN 1 Malang.

MALANG – Atmosfer penuh energi positif menyelimuti MTs Negeri 1 Malang saat membuka tahun ajaran baru. Madrasah ini sukses menyelenggarakan Masa Taaruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung dinamis selama lima hari, 13–17 Juli 2026. Tidak hanya menjadi ruang adaptasi bagi siswa baru kelas VII, perhelatan berskala besar ini juga melibatkan seluruh siswa kelas VIII dan IX untuk menyalakan kembali semangat belajar mereka.
Ajang orientasi ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, Drs. H. Sahid, M.M., yang memberikan motivasi besar pada upacara pembukaan. Setelah melalui berbagai lini kegiatan terpadu, rangkaian MATAMUDA 2026 ditutup secara khidmat oleh Kepala MTsN 1 Malang, Drs. H. Nasrulloh, M.Pd.I., pada Jumat siang.
Guna membentuk karakteristik siswa yang kompetitif dan berintegritas, seluruh rangkaian MATAMUDA 2026 dirangkum dalam empat pilar capaian utama:
Peserta didik dibekali wawasan kelembagaan (Sejarah Madrasah, Wiyata Mandala, dan Tata Tertib) serta kecakapan digital dan metode belajar efektif melalui kelas paralel interaktif. Konsentrasi siswa tetap terjaga optimal berkat integrasi sesi ice breaking yang variatif di setiap jeda materi.

Kolaborasi taktis bersama personel TNI dari Koramil dan pengurus OSIS mewujudkan penguatan fisik serta mental melalui Latihan Baris Berbaris (LBB) dan Tata Upacara Sipil (TUS).
Panggung Talent Hunt menjadi ruang aktualisasi diri yang kompetitif. Berbagai potensi ekstrakurikuler tampil memukau, mulai dari tadi jaipong, drama teatrikal oleh PMR hingga demonstrasi seni bela diri Pagar Nusa dan Tapak Suci.
Menyeimbangkan aspek emosional dan spiritual, siswa mengikuti shalat dhuha, hajat, dan doa bersama di masjid madrasah. Rangkaian ini disempurnakan dengan perumusan Deklarasi Kelas bersama wali kelas serta aksi nyata pelestarian ekosistem sekolah lewat Gerakan Membersihkan dan Merawat Lingkungan Alam (GEMA ALAM). Seluruh kegiatan diakhiri secara formal dengan ibadah shalat jumat berjamaah.
Catatan Redaksi:
Keberhasilan orientasi ini didukung penuh oleh dedikasi Ketua Panitia, Handik Kusmanto, S.Pd., beserta seluruh jajaran panitia, OSIS, wali kelas, dan seluruh Bapak/Ibu guru. MATAMUDA 2026 diharapkan dapat mengintegrasikan budaya riset, capaian prestasi, dan akhlak mulia yang menjadi identitas utama MTsN 1 Malang pada diri seluruh siswa.
L.

MasanegaOfficial – MTsN 1 Malang resmi membuka kegiatan Masa Taaruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun 2026 pada Senin (13/7/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di lapangan madrasah tersebut diikuti oleh seluruh peserta didik, khususnya murid baru kelas VII yang akan memulai perjalanan pendidikan di MTsN 1 Malang.
Pembukaan MATAMUDA 2026 mendapat kehormatan dengan hadirnya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, Drs. H. Sahid, M.M., yang secara resmi membuka rangkaian kegiatan dan memberikan pembinaan kepada seluruh peserta.
Dalam sambutannya, Sahid menjelaskan bahwa kegiatan yang sebelumnya dikenal sebagai Matsama kini bertransformasi menjadi MATAMUDA. Perubahan tersebut menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang orientasi, tetapi juga sarana untuk mengenalkan budaya madrasah, tata tertib, program unggulan, serta nilai-nilai yang menjadi karakter pendidikan madrasah.

Pada pelaksanaan tahun ini, MTsN 1 Malang turut menguatkan implementasi program eko-teologi, sejalan dengan gerakan yang tengah digaungkan Kementerian Agama. Melalui konsep tersebut, peserta didik diajak untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya, generasi ini tidak hanya cerdas secara akademik dan spiritual, tetapi juga peduli pada kelestarian lingkungan, sehingga bisa membawa manfaat yang luas bagi bangsa, negara, agama, dan umat,” pesan Sahid kepada para peserta MATAMUDA.
Suasana pembukaan berlangsung meriah dan penuh semangat. Ratusan peserta didik kelas 7, 8, dan 9 mengikuti kegiatan dengan antusias, didampingi oleh dewan guru serta tenaga kependidikan MTsN 1 Malang yang siap membimbing dan mengawal seluruh rangkaian kegiatan selama masa pengenalan madrasah.

Melalui MATAMUDA 2026, MTsN 1 Malang berharap peserta didik baru dapat mengenal lingkungan madrasah dengan baik, beradaptasi secara positif, serta tumbuh menjadi generasi yang religius, berprestasi, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sesuai dengan semangat eko-teologi yang diusung madrasah.
