
Malang — MTsN 1 Malang menggelar ceremonial dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 (Jumat/02) dengan penuh khidmat dan semarak. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mensyukuri perjalanan madrasah sekaligus meneguhkan komitmen untuk terus berprestasi dan berkembang menjadi madrasah yang unggul.
Ceremonial diawali dengan penampilan Tim Al Banjari Ma’had Masanega yang membuka rangkaian acara dengan lantunan shalawat. Suasana kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil sebagai bentuk doa dan ungkapan syukur atas perjalanan MTsN 1 Malang selama 46 tahun. Pembacaan tahlil dipandu oleh Yofi Irwantiyono dan diikuti seluruh peserta dengan khusyuk dan khidmat.
Rangkaian kegiatan berikutnya adalah pemberian apresiasi kepada peserta dan pembina Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) yang telah mengukir prestasi di tingkat nasional. Penghargaan ditandai dengan penyerahan buket bunga kepada para pemenang dan pembina sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi serta kerja keras yang telah dilakukan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Agama Dr. H. Faisal Ali Hasyim, S.E., M.Si., CA, CSEP, QIA, CGCAE, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang Drs. H. Sahid, MM, Kepala MAN 1 dan MAN 2 Malang, pengawas madrasah, serta jajaran komite.

Dalam sambutan pertama, Kepalad Madrasah MTsN 1 Malang, Nasrulloh menyampaikan rasa syukur atas prestasi riset tingkat nasional yang berhasil diraih MTsN 1 Malang. Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta didik agar tidak mudah menyerah dalam mengejar prestasi. Dalam sambutannya di mengatakan bahwa “Berani melangkah adalah sebuah keberanian untuk maju. Jangan putus asa, masih ada hari esok untuk meraih banyak prestasi.”. Ia juga menegaskan bahwa perjalanan untuk meraih prestasi bukanlah sesuatu yang instan, melainkan membutuhkan proses panjang, kerja keras, kesabaran, dan konsistensi.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang. Sahid menyebut bahwa peringatan HUT ke-46 MTsN 1 Malang sebagai hari yang istimewa karena bertepatan dengan hari Jumat dan turut dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Agama. “Kami dari Kemenag Malang bangga memiliki MTsN 1 Malang. Madrasah ini sarat dengan prestasi akademik dan nonakademik. Madrasah ini menjadi kebanggaan kita semua,” ungkapnya.
Ia berharap MTsN 1 Malang dapat terus berkembang menjadi madrasah yang semakin unggul. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan tiga pesan penting. Pertama, tasyakuran hendaknya menjadi momentum untuk melakukan muhasabah. Bertambahnya usia harus diiringi dengan semakin banyaknya prestasi yang diraih. Kedua, seluruh warga madrasah diharapkan mampu menjaga marwah madrasah dan menjadi teladan. Ketiga, pentingnya membangun kebersamaan dengan seluruh stakeholder yang ada.
“Semoga MTsN 1 Malang di usia yang ke-46 ini semakin maju, bermutu, dan mendunia, serta mampu melahirkan alumni yang saleh dan salehah sekaligus berprestasi,” harapnya.
Sementara itu, Staf Ahli Menteri Agama, Faisal, dalam sambutannya menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan. Menurutnya, guru memiliki peran penting untuk terus mengikuti perkembangan teknologi guna meningkatkan kualitas pembelajaran. “Bapak/Ibu guru sangat penting untuk bisa memanfaatkan teknologi yang sedang berkembang untuk mengembangkan potensi mengajar,” tuturnya.
Ia juga berpesan agar para guru terus meningkatkan kualitas diri sehingga mampu memberikan pemahaman yang benar kepada peserta didik di tengah derasnya informasi yang tersedia di internet.
Kepada para siswa, Staf Ahli Menteri Agama berpesan agar senantiasa rajin belajar dan mengimbanginya dengan ibadah serta doa. Ia juga menekankan pentingnya berbakti kepada orang tua dan menjadikannya sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Menghadapi persaingan global yang semakin berkembang, para peserta didik juga didorong untuk menguasai bahasa internasional, seperti bahasa Inggris dan bahasa Mandarin, sebagai salah satu bekal menghadapi masa depan.
Setelah rangkaian sambutan, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh pengurus komite, H. Hariyono. Suasana khidmat kembali terasa saat seluruh peserta mengikuti doa bersama sebagai bentuk rasa syukur dan harapan bagi kemajuan MTsN 1 Malang.
Sebagai puncak sekaligus penutup ceremonial pagi, dilaksanakan pemotongan kue dan tumpeng sebagai simbol perayaan HUT ke-46 MTsN 1 Malang. Pemotongan dilakukan oleh Staf Ahli Menteri Agama bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang.

Rangkaian ceremonial HUT ke-46 MTsN 1 Malang menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan madrasah, mengapresiasi berbagai prestasi yang telah diraih, serta memperkuat semangat seluruh warga madrasah untuk terus melangkah bersama menuju madrasah yang semakin maju, bermutu, berprestasi, dan mendunia.
Malang – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan MTsN 1 Malang. Mengawali Tahun Ajaran 2026/2027, madrasah yang dikenal dengan sebutan Masanega ini berhasil meraih Anugerah Pendidikan Tahun 2026 dalam kategori Excellence in Bilingual Language Development, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan inovasi dalam pengembangan pembelajaran bilingual.
Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang Anugerah Pendidikan yang diselenggarakan oleh Jawa Pos Radar Malang. Acara berlangsung meriah dengan dihadiri Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, serta 41 penerima penghargaan dari berbagai sekolah dan madrasah di wilayah Kota dan Kabupaten Malang.
Direktur Radar Malang, Tauhid Wijaya, dalam sambutannya menegaskan bahwa tantangan pendidikan saat ini bukan lagi sekadar memberikan informasi kepada peserta didik. Menurutnya, pendidikan harus mampu membentuk karakter serta membekali generasi muda dengan kemampuan memahami, memilih, dan memilah informasi yang baik maupun yang buruk. Selain itu, peserta didik juga perlu dipersiapkan dengan keterampilan hidup yang relevan agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Keberhasilan MTsN 1 Malang meraih penghargaan ini tidak lepas dari berbagai program unggulan yang terus dikembangkan di bawah kepemimpinan Drs. H. Nasrulloh. Melalui inovasi pendidikan yang berorientasi pada peningkatan kualitas lulusan, madrasah menghadirkan berbagai layanan khusus, di antaranya Kelas Olimpiade, Kelas Bilingual, Kelas Agama, serta implementasi pembelajaran bilingual di seluruh kelas.
Komitmen tersebut menjadi bukti nyata keseriusan MTsN 1 Malang dalam menyiapkan generasi emas yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global. Penghargaan kategori Excellence in Bilingual Language Development menjadi pengakuan atas konsistensi madrasah dalam membangun budaya akademik yang kompetitif sekaligus berwawasan internasional.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh penerima penghargaan. Ia menegaskan bahwa setiap bentuk pengabdian di dunia pendidikan patut mendapatkan penghormatan.
“Setiap dedikasi layak untuk diapresiasi, setiap prestasi layak untuk dijadikan motivasi,” ungkapnya, sekaligus menutup sambutannya dengan semangat yang menginspirasi seluruh insan pendidikan.
Raihan Anugerah Pendidikan Tahun 2026 ini semakin mempertegas posisi MTsN 1 Malang sebagai madrasah yang terus bertransformasi melalui inovasi pembelajaran dan penguatan kompetensi global. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus menghadirkan layanan pendidikan terbaik serta melahirkan generasi yang berkarakter, berprestasi, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
![]()
MALANG – Memasuki awal semester baru (20/7), Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Malang menggelar upacara bendera pertama dengan penuh khidmat sekaligus gegap gempita. Upacara yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan staf ini tidak hanya menjadi momentum penyalaan semangat belajar baru, tetapi juga menjadi panggung apresiasi bagi deretan siswa berprestasi yang sukses mengharumkan nama madrasah di berbagai bidang.
Suasana lapangan upacara riuh dengan tepuk tangan saat satu per satu jawara dipanggil ke depan untuk menerima penghargaan. Mulai dari bidang olahraga, sains, bahasa, hingga keagamaan, para siswa MTsN 1 Malang membuktikan bahwa tradisi juara madrasah ini terus berlanjut.
Berikut adalah deretan siswa-siswi berprestasi yang mendapatkan penghargaan langsung pada upacara hari ini. Kenza Alvaro Ardiyana (9J) meraih Juara 2 Kejurkab Pencak Silat tingkat pelajar Kabupaten Malang yang diselenggarakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Malang. Ahmad Zahidan Fawas (9A) & Kenesh Dahayu Ishwahyudi (9A) berhasil lolos OSN tingkat Kabupaten Malang dan resmi melaju untuk berkompetisi di tingkat Provinsi.

Tak kalah, beberapa peserta didik dari kelas program agama (Kelas 8E) juga turut menyumbang prestasinya. Natasha Gisele memborong dua penghargaan nasional sekaligus, yaitu Medali Perak Mapel Bahasa Inggris dan Medali Emas Mapel PKN tingkat SLTP. Aqila Khanza Azahra meraih Medali Perak Mapel PKN & Medali Perak Mapel Agama tingkat SLTP. Aprilia Zahira berhasil membawa pulang Medali Perak pada lomba Mapel Sejarah. Serta yang terakhir adalah Lintang Kamila yang sukses menyabet Medali Emas pada Mapel IPS.
Apresiasi tinggi dan rasa bangga pun mengalir dari pihak madrasah atas dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh para siswa dan guru pembina.
“Selamat atas prestasi yang telah diraih & semoga menjadi motivasi untuk peserta didik yang lain,” ungkap Nasrulloh dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan riuh dari seluruh peserta upacara.

Momentum upacara pertama ini menegaskan komitmen MTsN 1 Malang dalam mendukung penuh bakat akademik maupun non-akademik anak didiknya. Diharapkan, awal yang manis ini mampu memantik semangat seluruh siswa untuk terus menggali potensi diri dan mengukir prestasi-prestasi baru di masa depan.
Upacara ditutup dengan sesi foto bersama para juara bersama pimpinan madrasah, membawa atmosfer optimisme yang tinggi di lingkungan MTsN 1 Malang.

MALANG – Atmosfer penuh energi positif menyelimuti MTs Negeri 1 Malang saat membuka tahun ajaran baru. Madrasah ini sukses menyelenggarakan Masa Taaruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung dinamis selama lima hari, 13–17 Juli 2026. Tidak hanya menjadi ruang adaptasi bagi siswa baru kelas VII, perhelatan berskala besar ini juga melibatkan seluruh siswa kelas VIII dan IX untuk menyalakan kembali semangat belajar mereka.
Ajang orientasi ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, Drs. H. Sahid, M.M., yang memberikan motivasi besar pada upacara pembukaan. Setelah melalui berbagai lini kegiatan terpadu, rangkaian MATAMUDA 2026 ditutup secara khidmat oleh Kepala MTsN 1 Malang, Drs. H. Nasrulloh, M.Pd.I., pada Jumat siang.
Guna membentuk karakteristik siswa yang kompetitif dan berintegritas, seluruh rangkaian MATAMUDA 2026 dirangkum dalam empat pilar capaian utama:
Peserta didik dibekali wawasan kelembagaan (Sejarah Madrasah, Wiyata Mandala, dan Tata Tertib) serta kecakapan digital dan metode belajar efektif melalui kelas paralel interaktif. Konsentrasi siswa tetap terjaga optimal berkat integrasi sesi ice breaking yang variatif di setiap jeda materi.

Kolaborasi taktis bersama personel TNI dari Koramil dan pengurus OSIS mewujudkan penguatan fisik serta mental melalui Latihan Baris Berbaris (LBB) dan Tata Upacara Sipil (TUS).
Panggung Talent Hunt menjadi ruang aktualisasi diri yang kompetitif. Berbagai potensi ekstrakurikuler tampil memukau, mulai dari tadi jaipong, drama teatrikal oleh PMR hingga demonstrasi seni bela diri Pagar Nusa dan Tapak Suci.
Menyeimbangkan aspek emosional dan spiritual, siswa mengikuti shalat dhuha, hajat, dan doa bersama di masjid madrasah. Rangkaian ini disempurnakan dengan perumusan Deklarasi Kelas bersama wali kelas serta aksi nyata pelestarian ekosistem sekolah lewat Gerakan Membersihkan dan Merawat Lingkungan Alam (GEMA ALAM). Seluruh kegiatan diakhiri secara formal dengan ibadah shalat jumat berjamaah.
Catatan Redaksi:
Keberhasilan orientasi ini didukung penuh oleh dedikasi Ketua Panitia, Handik Kusmanto, S.Pd., beserta seluruh jajaran panitia, OSIS, wali kelas, dan seluruh Bapak/Ibu guru. MATAMUDA 2026 diharapkan dapat mengintegrasikan budaya riset, capaian prestasi, dan akhlak mulia yang menjadi identitas utama MTsN 1 Malang pada diri seluruh siswa.
L.

MasanegaOfficial – MTsN 1 Malang resmi membuka kegiatan Masa Taaruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun 2026 pada Senin (13/7/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di lapangan madrasah tersebut diikuti oleh seluruh peserta didik, khususnya murid baru kelas VII yang akan memulai perjalanan pendidikan di MTsN 1 Malang.
Pembukaan MATAMUDA 2026 mendapat kehormatan dengan hadirnya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, Drs. H. Sahid, M.M., yang secara resmi membuka rangkaian kegiatan dan memberikan pembinaan kepada seluruh peserta.
Dalam sambutannya, Sahid menjelaskan bahwa kegiatan yang sebelumnya dikenal sebagai Matsama kini bertransformasi menjadi MATAMUDA. Perubahan tersebut menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang orientasi, tetapi juga sarana untuk mengenalkan budaya madrasah, tata tertib, program unggulan, serta nilai-nilai yang menjadi karakter pendidikan madrasah.

Pada pelaksanaan tahun ini, MTsN 1 Malang turut menguatkan implementasi program eko-teologi, sejalan dengan gerakan yang tengah digaungkan Kementerian Agama. Melalui konsep tersebut, peserta didik diajak untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya, generasi ini tidak hanya cerdas secara akademik dan spiritual, tetapi juga peduli pada kelestarian lingkungan, sehingga bisa membawa manfaat yang luas bagi bangsa, negara, agama, dan umat,” pesan Sahid kepada para peserta MATAMUDA.
Suasana pembukaan berlangsung meriah dan penuh semangat. Ratusan peserta didik kelas 7, 8, dan 9 mengikuti kegiatan dengan antusias, didampingi oleh dewan guru serta tenaga kependidikan MTsN 1 Malang yang siap membimbing dan mengawal seluruh rangkaian kegiatan selama masa pengenalan madrasah.

Melalui MATAMUDA 2026, MTsN 1 Malang berharap peserta didik baru dapat mengenal lingkungan madrasah dengan baik, beradaptasi secara positif, serta tumbuh menjadi generasi yang religius, berprestasi, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sesuai dengan semangat eko-teologi yang diusung madrasah.

MasanegaOfficial – Kamis, 18 Juni 2026 – MTsN 1 Malang menggelar rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 H yang dirangkaikan dengan kegiatan Penerimaan Laporan Hasil Belajar (Rapor) peserta didik kelas VII dan VIII. Kegiatan yang berlangsung di Masjid MASANEGA ini dihadiri oleh seluruh wali peserta didik dan berlangsung dengan penuh khidmat serta sarat makna.
Acara dimulai tepat pukul 08.00 WIB dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak H. Masduki, M.Pd. Suasana religius dan penuh harapan mengawali kegiatan yang menjadi momentum refleksi sekaligus evaluasi hasil belajar peserta didik selama satu semester.

Selanjutnya, Kepala MTsN 1 Malang, Bapak Drs. H. Nasrulloh, M.Pd.I., menyampaikan sambutan sekaligus pesan kepada para wali peserta didik. Dalam sambutannya, beliau mengajak para orang tua untuk menghargai setiap perjuangan putra-putri mereka selama menempuh pendidikan di madrasah.
“Rapor bukanlah satu-satunya tolok ukur keberhasilan anak. Yang lebih penting adalah proses belajar, usaha, dan perkembangan karakter mereka. Teruslah mendoakan dan mendampingi anak-anak agar kelak meraih kesuksesan di masa depan,” tutur beliau.
Sebagai wujud kepedulian sosial dan implementasi nilai-nilai Islam, kegiatan dilanjutkan dengan penyaluran santunan kepada anak-anak yatim dan piatu dari SD/MI di sekitar lingkungan MTsN 1 Malang. Dana santunan berasal dari infak dan sedekah peserta didik, wali peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan MTsN 1 Malang. Sebagian dana yang terkumpul juga disalurkan kepada peserta didik MTsN 1 Malang yang membutuhkan.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan Seminar Parenting yang menghadirkan narasumber Prof. Dr. Hj. Muslihati, S.Ag., M.Pd., Guru Besar Bidang Ilmu Bimbingan dan Konseling Multibudaya Universitas Negeri Malang (UM).
Dalam paparannya, Prof. Muslihati menekankan pentingnya peran orang tua dalam mempersiapkan masa depan anak sejak dini, bahkan sejak anak masih berada dalam kandungan. Beliau menyampaikan bahwa anak merupakan investasi berharga bagi orang tua yang harus dipersiapkan melalui pendidikan, pembiasaan yang baik, doa, dan ikhtiar yang berkesinambungan.
“Kesuksesan anak tidak hadir secara instan. Orang tua perlu mengiringi tumbuh kembang anak dengan doa yang tidak pernah putus, ikhtiar yang sungguh-sungguh, serta keteladanan yang baik agar mereka tetap fokus pada jalan kesuksesan yang diridhai Allah SWT,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, MTsN 1 Malang tidak hanya memberikan laporan hasil belajar peserta didik, tetapi juga memperkuat sinergi antara madrasah dan orang tua dalam mendidik generasi yang berprestasi, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Momentum Tahun Baru Islam 1448 H pun menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas pendidikan, dan menebarkan manfaat bagi sesama.
MasanegaOffial – Senin, 15 Juni 2026 – MTsN 1 Malang kembali menggelar AKSIOMASANEGA (Ajang Kreasi, Seni, Olahraga) sebagai salah satu rangkaian kegiatan menjelang berakhirnya pembelajaran Tahun Ajaran 2025/2026. Setelah peserta didik menyelesaikan Ujian Sumatif Akhir Semester pada pekan sebelumnya, kini saatnya mereka menunjukkan kemampuan, bakat, dan kreativitas melalui berbagai perlombaan yang menarik dan kompetitif.
Tahun ini, AKSIOMASANEGA dikemas dalam tema “Festival Anak: Petualangan Sherina – Shine, Rise, and Navigated.” Tema tersebut mengandung makna bahwa setiap peserta didik memiliki kesempatan untuk bersinar, berkembang, dan menemukan arah terbaik dalam mengembangkan potensi dirinya. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana aktualisasi bakat, minat, hobi, serta mempererat kekompakan antarsiswa.Berbagai cabang lomba diselenggarakan dalam kegiatan ini, di antaranya estafet, futsal, bulu tangkis, cerdas cermat, dan e-sport yang menjadi salah satu perlombaan dengan tingkat antusiasme peserta yang sangat tinggi. Seluruh perlombaan dilaksanakan di lingkungan MTsN 1 Malang selama dua hari, yakni pada 15 dan 17 Juni 2026.

Pembukaan AKSIOMASANEGA dilakukan secara resmi oleh Kepala MTsN 1 Malang, Drs. H. Nasrulloh, M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau mengaitkan semangat kegiatan dengan atmosfer FIFA World Cup yang tengah menjadi perhatian masyarakat dunia.
“Semangat Piala Dunia itu bisa kita mulai dari kegiatan ini. Semangat berkompetisi, semangat berjuang, dan yang paling penting adalah sportivitas,” ujar beliau di hadapan seluruh peserta.
Beliau juga memberikan motivasi kepada para siswa agar berani mengambil kesempatan dan menunjukkan kemampuan terbaik yang dimiliki.
“Semangat! Masalah juara itu nomor dua. Yang terpenting adalah berani mengambil tindakan dan mencoba. Jika berani melangkah, maka kita akan mendapatkan sesuatu yang kita inginkan,” pesannya.
Sebagai tanda dimulainya rangkaian perlombaan, Kepala Madrasah kemudian membunyikan bel yang disambut tepuk tangan dan sorak semangat dari seluruh peserta.

Melalui AKSIOMASANEGA 2026, MTsN 1 Malang berharap peserta didik dapat mengembangkan karakter positif seperti sportivitas, kerja sama, percaya diri, dan pantang menyerah. Lebih dari sekadar mencari juara, kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk belajar, berkreasi, dan menyalurkan potensi terbaik mereka dalam suasana yang menyenangkan dan penuh kebersamaan.
AKSIOMASANEGA bukan hanya tentang perlombaan, tetapi juga tentang keberanian untuk tampil, belajar, dan berkembang bersama.
MasanegaOfficial. Minggu, 14 Juni 2026 – Program Kelas Agama MTsN 1 Malang menggelar kegiatan outbond di kawasan wisata Santera De Laponte, Pujon, pada Sabtu (13/6). Kegiatan ini dilaksanakan setelah para peserta didik menyelesaikan Sumatif Akhir Semester Genap dan Ujian Khusus Program Kelas Agama.
Outbond diikuti oleh seluruh peserta didik Program Kelas Agama, mulai dari kelas VII, VIII, hingga kelas IX yang beberapa hari sebelumnya telah mengikuti acara Pelepasan Angkatan 44 MTsN 1 Malang pada Rabu (10/6).

Sejak pagi hari, para peserta berangkat dari MTsN 1 Malang menggunakan dua bus rombongan. Kegiatan ini didampingi oleh Pengelola Program Kelas Agama, Wakil Kepala Madrasah, serta para tenaga pendidik yang mengajar di Program Kelas Agama.
Selain menjadi sarana rekreasi dan penyegaran setelah rangkaian ujian, kegiatan outbond kali ini juga diisi dengan sesi Parent Teaching yang menghadirkan Ibu Qori Fanani, wali santri salah satu peserta didik Kelas Agama. Beliau dikenal sebagai motivator yang sering mengisi berbagai kegiatan pendidikan dan pengembangan diri.
Dalam sesi tersebut, Ibu Qori Fanani memberikan motivasi kepada para santri agar terus semangat dalam belajar, menjaga akhlak, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan. Penyampaian materi yang inspiratif dan komunikatif membuat para peserta antusias mengikuti kegiatan hingga selesai.

Suasana kekeluargaan terasa hangat selama sesi parenting dan motivasi berlangsung. Interaksi yang akrab antara peserta didik, guru, dan narasumber semakin mempererat hubungan keluarga besar Program Kelas Agama MTsN 1 Malang.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri tidak hanya memperoleh pengalaman rekreasi yang menyenangkan, tetapi juga mendapatkan bekal motivasi untuk terus berprestasi serta mengembangkan potensi diri sebagai generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.
“Refreshing setelah ujian memang penting, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kegiatan ini dapat menjadi sarana memperkuat semangat belajar, kebersamaan, dan karakter para santri,” ujar salah satu pendamping kegiatan.
Kegiatan outbond pun ditutup dengan penuh keceriaan dan kebersamaan, meninggalkan kesan positif bagi seluruh peserta
MasanegaOfficial – Selasa, 2 Juni 2026 – MTsN 1 Malang melaksanakan kegiatan Pengumuman Kelulusan Peserta Didik Kelas IX Tahun Ajaran 2025/2026 pada Selasa (2/6/2026) bertempat di Masjid MASANEGA. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh civitas akademika MTsN 1 Malang serta wali peserta didik kelas IX.
Pelaksanaan pengumuman kelulusan tahun ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Acara diawali dengan pembacaan istighatsah dan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Drs. H. Masduki, M.Pd., sebagai bentuk rasa syukur dan ikhtiar kepada Allah SWT atas proses pendidikan yang telah dilalui para peserta didik selama tiga tahun.

Memasuki acara inti, Kepala MTsN 1 Malang, Bapak Drs. H. Nasrulloh, M.Pd.I., menyampaikan sambutan sekaligus pesan kepada peserta didik dan wali murid. Dalam sambutannya beliau menegaskan bahwa hasil ujian bukanlah satu-satunya tolok ukur keberhasilan peserta didik.
“Ujian jangan dijadikan barometer utama. Ini adalah perjuangan anak-anak selama tiga tahun di madrasah yang patut diapresiasi,” ujar beliau.
Beliau juga mengajak seluruh orang tua untuk senantiasa bersyukur atas capaian putra-putrinya serta terus memberikan dukungan dalam menempuh pendidikan pada jenjang berikutnya. Pada kesempatan tersebut, beliau turut menyampaikan ucapan selamat kepada para peserta didik yang telah diterima di berbagai madrasah dan sekolah favorit, di antaranya MAN 2 Kota Malang, MAN 1 Kota Malang, serta lembaga pendidikan lainnya yang menjadi tujuan mereka.
Selain pengumuman kelulusan, pada kegiatan tersebut juga diserahkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) kepada peserta didik. Nilai TKA kini menjadi salah satu syarat penting dalam proses pendaftaran ke jenjang pendidikan lanjutan.

Prestasi membanggakan juga ditunjukkan oleh peserta didik MTsN 1 Malang. Lebih dari 60 persen siswa memperoleh predikat baik pada hasil TKA. Bahkan, terdapat beberapa siswa yang berhasil meraih nilai sempurna (100) pada kedua mata pelajaran yang diujikan, yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dedikasi peserta didik, dukungan orang tua, serta kerja keras para guru dalam mendampingi proses belajar selama tiga tahun di MTsN 1 Malang. Semoga seluruh lulusan Tahun Ajaran 2025/2026 dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan terus mengukir prestasi yang membanggakan.
MasanegaOfficial – Rabu, 27 Mei 2026 – Masjid MASANEGA menggelar pelaksanaan Salat Idul Adha yang berlangsung dengan khidmat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan ini diikuti oleh civitas akademika MTsN 1 Malang, para santri Mahad Masanega, serta masyarakat sekitar yang turut hadir untuk bersama-sama menunaikan ibadah salat Idul Adha. Sejak pagi hari, jamaah telah memadati area masjid dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan.

Pada pelaksanaan Salat Idul Adha tahun ini, Muhammad Fahry Masrihan bertugas sebagai bilal. Sementara itu, imam sekaligus khatib dipercayakan kepada Drs. H. Masduki, M.Pd. Dalam khutbahnya, beliau menyampaikan pesan mendalam mengenai hakikat berkurban dalam kehidupan seorang muslim. Beliau menjelaskan bahwa ibadah kurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi juga menjadi simbol keikhlasan, ketakwaan, dan kepatuhan kepada Allah SWT sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Selain itu, jamaah juga diajak untuk menjadikan momentum Idul Adha sebagai sarana memperkuat rasa kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama. Nilai pengorbanan yang terkandung dalam ibadah kurban diharapkan mampu menumbuhkan sikap empati, kebersamaan, dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Suasana khutbah berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan disimak dengan baik oleh seluruh jamaah yang hadir.

Setelah rangkaian salat dan khutbah selesai dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan acara ramah tamah antara civitas akademika MTsN 1 Malang, santri Mahad Masanega, serta masyarakat sekitar. Momen tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban, menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat hubungan kekeluargaan antarwarga madrasah dan masyarakat.
Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Idul Adha, keluarga besar MTsN 1 Malang juga melaksanakan penyembelihan hewan kurban yang terdiri atas satu ekor sapi dan satu ekor kambing. Proses penyembelihan dilakukan dengan tertib dan penuh semangat gotong royong oleh panitia dan warga madrasah. Setelah proses penyembelihan selesai, daging kurban kemudian dibagikan kepada masyarakat di sekitar lingkungan madrasah.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial keluarga besar MTsN 1 Malang kepada masyarakat sekitar sekaligus sebagai upaya menanamkan nilai-nilai keikhlasan, kebersamaan, dan semangat berbagi kepada seluruh warga madrasah. Diharapkan, pelaksanaan Idul Adha tahun ini dapat semakin mempererat ukhuwah Islamiyah serta membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat.